Wamen Fajar Sebut Puasa Jadi Fondasi Terciptanya Masyarakat Madani
Jakarta, Kemendikdasmen - Mengisi rangkaian kuliah tujuh menit (kultum) di bulan Ramadan 1447 H, Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Wamendikdasmen), Fajar Riza Ul Haq, memberikan siraman rohani kepada jemaah di Masjid Baitut Tholibin, Kompleks Kemendikdasmen, Selasa, (24/2).
Dalam kultumnya, Wamen Fajar menyampaikan bahwa ibadah puasa bukan sekadar fenomena ritual atau ibadah semata, melainkan sudah menjadi fenomena sosial bahkan kebudayaan. Ia menerangkan bagaimana agama berkontribusi besar dalam memperkuat nilai-nilai moralitas, baik bagi individu maupun sosial. “Keduanya menjadi fondasi bagi terciptanya masyarakat madani atau masyarakat sipil,” terangnya.

Lebih lanjut, ia mengutip pemikiran antropolog Jorgen Hellman dalam tulisan berjudul Ritual Fasting for West Java Empowerment, Submission, and Contro/. Wamen Fajar menjelaskan bahwa puasa memiliki tiga kontribusi yang saling berkaitan, dengan aspek utamanya adalah mengontrol diri untuk tidak melakukan hal-hal yang dilarang, meskipun itu bersifat halal, seperti makan dan minum.
Ia mengungkapkan bahwa hakikat pengendalian diri tetap relevan meski potret Ramadan saat ini telah jauh berbeda dan bersinggungan dengan era media sosial hingga kecerdasan buatan.
Wamen Fajar juga merujuk buku berjudul Ramadhan in Java: The Joy and Jihad of Ritual Fasting karya antropolog asal Swedia, Andre Moller. Ia memaparkan bahwa puasa memiliki dua sisi unik, yakni the joy (kegembiraan) dan jihad (perjuangan menahan diri). Kegembiraan tersebut khususnya tercermin dari tradisi buka bersama dan berburu takjil yang sangat terasa bagi anak-anak.
“Tetapi, di samping the joy juga ada jihad, yakni menahan diri dan melawan ego sendiri. Jadi, antropolog yang tidak beragama Islam pun mengamati bahwa puasa punya dampak yang luar biasa dalam membangun mentalitas diri sekaligus solidaritas sosial,” ungkapnya.
Dalam konteks lokal, ia mencontohkan budaya isin atau budaya malu dalam budaya Sunda sebagai salah satu bentuk moralitas individu. Menurutnya, budaya malu merupakan nilai dasar integritas yang sangat fundamental bagi setiap manusia.
Wamen Fajar juga mengingatkan jemaah melalui sebuah hadis agar tidak hanya menahan lapar dan haus. Ia menekankan pentingnya menghindari perkataan yang buruk (rofas) dan hal yang bodoh, melainkan senantiasa menggunakan rasionalitas atau kewarasan dalam beragama.
Ia berharap ibadah puasa dapat melatih setiap pribadi untuk menjadi manusia yang berempati juga tidak sungkan berbagi “Nilai-nilai itulah yang menjadi fondasi moral bagi terwujudnya satu masyarakat yang berkeadaban,” pungkasnya.*** (Penulis: Fairuz Zain/Editor: DentyA./Fotografer: Destian)
Lampiran
Penulis: Kontributor BKHM
Editor: Denty Anugrahmawaty
Tulisan Lainnya
Penuh Haru dan Prestasi, SMK Negeri 3 Pekalongan Lepas Siswa Kelas XII TA 2025/2026 Melalui Prosesi Penuh Makna
PEKALONGAN – Suasana khidmat dan penuh haru menyelimuti halaman SMK Negeri 3 Pekalongan pada pelaksanaan acara pelepasan murid kelas XII Tahun Ajaran 2025/2026 yang digelar hari i
Hardiknas 2026: SMK Negeri 3 Pekalongan Terus Berinovasi Wujudkan Merdeka Belajar Berintegritas
PEKALONGAN – Setiap tanggal 2 Mei, bangsa Indonesia memperingati Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas). Tahun 2026 ini, SMK Negeri 3 Pekalongan memaknai Hardiknas sebagai momentum
Siswa Kelas XI SMK Negeri 3 Pekalongan Sukseskan Uji Coba Beban Server SPMB SMP Provinsi Jawa Tengah
PEKALONGAN – SMK Negeri 3 Pekalongan turut mengambil peran penting dalam mematikan kelancaran proses transisi pendidikan di Jawa Tengah. Hari ini, seluruh siswa kelas XI SMK Neger
Tunjukkan Bakat Seni, Siswa SMK Negeri 3 Pekalongan Borong Juara di FLS3N Tingkat Kota 2026
PEKALONGAN – SMK Negeri 3 Pekalongan kembali menorehkan prestasi gemilang dalam ajang Festival Lomba Seni dan Sastra Siswa Nasional (FLS3N) Tingkat Kota Pekalongan Tahun 2026. Tid
Meneladani Semangat R.A. Kartini: Mewujudkan Generasi Perempuan Berintegritas dan Berkompeten di SMK Negeri 3 Pekalongan
PEKALONGAN – Setiap tanggal 21 April, bangsa Indonesia memperingati Hari Kartini sebagai momentum untuk mengenang jasa Raden Ajeng Kartini dalam memperjuangkan emansipasi dan hak
Peringati Hari Bumi, SMK Negeri 3 Pekalongan Gandeng craftdenim.id Gelar Aksi Tanam Mangrove
BATANG – Dalam rangka memperingati Hari Bumi Sedunia, keluarga besar SMK Negeri 3 Pekalongan kembali melakukan aksi nyata pelestarian lingkungan. Bekerja sama dengan craftdenim.id
Uji Mental dan Fisik, Siswa Kelas X SMK Negeri 3 Pekalongan Sukses Laksanakan Widya Wisata Pengembaraan ke Karangdowo
PEKALONGAN – Sebagai upaya membentuk karakter siswa yang tangguh, disiplin, dan berintegritas, SMK Negeri 3 Pekalongan kembali menyelenggarakan agenda tahunan "Widya Wisata Pengem
Tingkatkan Kebugaran dan Kepedulian Lingkungan, SMK Negeri 3 Pekalongan Galakkan Gerakan Bersepeda ke Sekolah
PEKALONGAN – Sebagai bagian dari komitmen menjadi "Sekolah Berintegritas" dan Sekolah Adiwiyata, SMK Negeri 3 Pekalongan resmi meluncurkan gerakan berangkat ke sekolah dengan meng
Wujudkan Lingkungan Asri dan Berkelanjutan, SMK Negeri 3 Pekalongan Gelar Sosialisasi Sekolah Adiwiyata
PEKALONGAN – SMK Negeri 3 Pekalongan kembali mempertegas komitmennya sebagai "Sekolah Berintegritas" yang tidak hanya fokus pada prestasi akademik dan vokasi, tetapi juga pada pel
Menteri Mu’ti: Ramadan Adalah Momentum Perkuat Ukhuwah Wathaniyah
Jakarta, Kemendikdasmen - Memasuki pekan pertama bulan suci Ramadan, Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen), Abdul Mu’ti, memberikan ceramah kepada jemaah salat