Menteri Mu’ti: Ramadan Adalah Momentum Perkuat Ukhuwah Wathaniyah
Jakarta, Kemendikdasmen - Memasuki pekan pertama bulan suci Ramadan, Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen), Abdul Mu’ti, memberikan ceramah kepada jemaah salat tarawih di Masjid Al Falah, Bendungan Hilir, Jakarta Pusat, Senin (23/2). Dalam ceramahnya, ia mengajak jemaah untuk meraih kemuliaan (fadilah) Ramadan dengan mengisi hari-hari melalui berbagai amalan dan ibadah.
“Ramadan adalah bulan yang di dalamnya terdapat banyak sekali kemuliaan. Kemuliaan itu akan menjadi sempurna kalau kita isi dengan berbagai amalan dan ibadah yang sesuai dengan syariat. Suasana puasa memberikan dorongan spiritual dan kekuatan mental untuk kita dapat mengatasi berbagai tantangan dan kesulitan hidup,” ungkapnya.

Dalam kesempatan tersebut, Menteri Mu’ti membahas fenomena communal piety atau kesalehan komunal yang terbentuk dari lingkungan di mana seseorang berada. Ia menyebutkan bahwa semangat beribadah seseorang sangat dipengaruhi oleh orang-orang di sekitarnya, baik dalam lingkup keluarga maupun tempat kerja.
Terkait makna Ramadan sebagai bulan Qur’an (Syahrul Qur'an), Menteri Mu’ti menjelaskan dua perspektif sejarah turunnya Al-Qur'an. Mengacu pada Surah Al-Baqarah Ayat 185, ia menekankan bahwa Al-Qur'an bukan sekadar bacaan, tetapi pembeda antara yang benar (haq) dan yang tidak benar (batil).
“Peristiwa Nuzulul Qur’an pada 17 Ramadan merupakan pertanda penting diangkatnya Muhammad sebagai Rasulullah. Tradisi tadarus yang kita laksanakan terinsiprasi dari Rasulullah yang senantiasa tadarus Al-Qur’an bersama (malaikat) Jibril. Kita (perlu) memperbanyak membaca Al-Qur'an, terutama pada frekuensi daripada jumlah bacaannya,” tuturnya.
Ia mengimbau agar umat Islam tidak hanya mengejar jumlah bacaan, melainkan lebih membaca Al-Qur’an dengan tartil atau pelan-pelan. Menurutnya, membaca Al-Qur'an dengan penuh penghayatan akan mendatangkan hidayah dalam kehidupan sehari-hari.
Selain itu, Menteri Mu’ti juga membahas aspek sosial Ramadan sebagai bulan persaudaraan (Syahrul Ukhuwah). Ia melihat tradisi buka bersama yang ada di Indonesia merupakan cerminan kerukunan bangsa. Menurutnya, buka bersama sering kali diikuti oleh seluruh lapisan masyarakat, tidak hanya mereka yang berpuasa saja.
“Buka bersama itu menunjukkan betapa rahmat dari pengamalan ibadah (puasa) ini dirayakan oleh semua kalangan masyarakat, apapun agamanya. Nabi menyebutkan bagi orang yang berpuasa itu ada dua kebahagiaan, yang pertama bahagia ketika berbuka dan bahagia saat nanti di akhirat bertemu Allah SWT,” jelasnya.
Ia menegaskan bahwa kemuliaan bulan Ramadan selain sudah dimuliakan oleh Allah SWT, juga perlu diisi dengan amal saleh. Ibadah yang dilakukan selama bulan Ramadan harus menjadi momentum bagi setiap orang untuk menjadi pribadi yang lebih baik.
Mengakhiri ceramahnya, Menteri Mu’ti mengajak seluruh jemaah untuk memaksimalkan kemampuannya dalam beribadah dan bersedekah. Ia berpesan agar Ramadan dimanfaatkan untuk memperkuat persatuan dan kesatuan bangsa.
“Kita bangun kerukunan, persatuan, khususnya ukhuwah Islamiyah dan juga persatuan bangsa atau ukhuwah wathaniyah,” tutupnya.*** (Penulis: Fairuz Zain/Editor: Denty A./Seno H./Fotografer: Irfan)

Penulis: Kontributor BKHM
Editor: Denty Anugrahmawaty
Tulisan Lainnya
Uji Mental dan Fisik, Siswa Kelas X SMK Negeri 3 Pekalongan Sukses Laksanakan Widya Wisata Pengembaraan ke Karangdowo
PEKALONGAN – Sebagai upaya membentuk karakter siswa yang tangguh, disiplin, dan berintegritas, SMK Negeri 3 Pekalongan kembali menyelenggarakan agenda tahunan "Widya Wisata Pengem
Tingkatkan Kebugaran dan Kepedulian Lingkungan, SMK Negeri 3 Pekalongan Galakkan Gerakan Bersepeda ke Sekolah
PEKALONGAN – Sebagai bagian dari komitmen menjadi "Sekolah Berintegritas" dan Sekolah Adiwiyata, SMK Negeri 3 Pekalongan resmi meluncurkan gerakan berangkat ke sekolah dengan meng
Wujudkan Lingkungan Asri dan Berkelanjutan, SMK Negeri 3 Pekalongan Gelar Sosialisasi Sekolah Adiwiyata
PEKALONGAN – SMK Negeri 3 Pekalongan kembali mempertegas komitmennya sebagai "Sekolah Berintegritas" yang tidak hanya fokus pada prestasi akademik dan vokasi, tetapi juga pada pel
Wamen Fajar Sebut Puasa Jadi Fondasi Terciptanya Masyarakat Madani
Jakarta, Kemendikdasmen - Mengisi rangkaian kuliah tujuh menit (kultum) di bulan Ramadan 1447 H, Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Wamendikdasmen), Fajar Riza Ul H
Wamen Atip Tekankan Pentingnya Penguatan Agama dan Ilmu Pengetahuan dalam Kemajuan Peradaban
Bandung, Kemendikdasmen – Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Wamendikdasmen), Atip Latipulhayat, menegaskan bahwa keberhasilan pembangunan suatu bangsa tidak dapat
Fondasi Indonesia Emas 2045: Peningkatan Kualitas Pendidikan sebagai Prioritas Layanan Dasar Pemda
Depok, Jawa Barat, 10 Februari 2026 — Penguatan Pendidikan Bermutu menjadi fondasi utama pembangunan sumber daya manusia Indonesia menuju Indonesia Emas 2045. Hal t
Wamen Fajar: Momen Ramadan Selaras dengan Upaya Penguatan Karakter dan Gerakan ASRI
Sumedang, Kemendikdasmen - Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Wamendikdasmen), Fajar Riza Ulhaq menghadiri kegiatan Tarhib Ramadan 1447 Hijriah yang diselenggarakan Pimpi
Regulasi Terbaru Tes Kemampuan Akademik (TKA) Tahun 2025 Resmi Diterbitkan
Semua informasi regulasi terbaru tentang Tes Kemampuan Akademik (TKA) bisa kamu akses langsung di sini! Permendikdasmen Nomor 9 Tahun 2025 tentang Tes Kemampuan Akademik Ke
Puspeka Gelar Sinergi Temu Komunitas Nasional untuk Perkuat Pendidikan Karakter
Jakarta, Kemendikdasmen — Pusat Penguatan Karakter (Puspeka) Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) menyelenggarak
Peran Sekolah Kejuruan Wujudkan SDM Unggul melalui Penguatan Literasi dan Praktik Industri
Bawen, Kemendikdasmen - Kepala Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa (Badan Bahasa), Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen), Hafidz Muksin