Fondasi Indonesia Emas 2045: Peningkatan Kualitas Pendidikan sebagai Prioritas Layanan Dasar Pemda
Depok, Jawa Barat, 10 Februari 2026 — Penguatan Pendidikan Bermutu menjadi fondasi utama pembangunan sumber daya manusia Indonesia menuju Indonesia Emas 2045. Hal tersebut mengemuka dalam Panel Sesi I Konsolidasi Nasional 2026 Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen), yang merupakan bagian dari rangkaian penyampaian materi panel oleh para narasumber dalam kegiatan Konsolidasi Nasional (Konsolnas) yang diselenggarakan di Pusat Pelatihan Sumber Daya Manusia (PPSDM) Kemendikdasmen pada Senin (9/2). Sesi ini membahas pentingnya sinergi antara perencanaan nasional, kebijakan pembiayaan negara, dan pelaksanaan di daerah agar penguatan pendidikan bermutu dapat berjalan efektif dan berkelanjutan.
Deputi Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Kementerian PPN/Bappenas, Pungkas Bahjuri Ali, menyampaikan bahwa arah kebijakan pendidikan nasional dalam Rencana Pembangunan Jangka Panjang Nasional (RPJPN) 2025–2045 menempatkan pendidikan dan kesehatan sebagai tujuan pembangunan itu sendiri. “Pendidikan dan kesehatan merupakan tujuan pembangunan yang melekat pada setiap warga negara. Setiap penduduk berhak hidup sehat dan terdidik,” ujar Pungkas.
Ia menjelaskan bahwa pembangunan sumber daya manusia menjadi salah satu prioritas utama dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) melalui trisula pembangunan, yakni penurunan kemiskinan, pembangunan sumber daya manusia (SDM) Indonesia yang berkualitas, serta percepatan pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan. “Dalam RPJMN, pembangunan SDM menjadi kunci, karena dalam jangka panjang pertumbuhan ekonomi tidak mungkin dicapai tanpa modal manusia yang kuat,” jelasnya.
Pungkas juga menyoroti tantangan kualitas pendidikan nasional yang masih dipengaruhi oleh persoalan gizi dan stunting. Ia mengaitkan pendidikan dan kesehatan dari aspek gizi, karena keduanya merupakan komponen inti dalam Indeks Modal Manusia. “Stunting berdampak langsung pada kemampuan belajar anak dan capaian pendidikan. Karena itu, peningkatan kualitas pendidikan harus berjalan seiring dengan perbaikan kesehatan dan gizi,” katanya. Menurutnya, intervensi sejak usia dini, termasuk pada 1.000 hari pertama kehidupan, menjadi kunci dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia Indonesia menuju 2045.
Menambahkan, Staf Ahli Menteri Keuangan Bidang Pengeluaran Negara, Kementerian Keuangan, Sudarto, menekankan aspek peningkatan kualitas pendidikan sebagai hak seluruh warga negara Indonesia. “Pendidikan adalah hak seluruh warga negara. Namun, kita tidak bisa hanya mengejar kuantitas, kualitas harus menjadi perhatian utama,” ujar Sudarto.
Ia menekankan bahwa keberhasilan pendidikan tidak berdiri sendiri, melainkan merupakan bagian dari satu ekosistem yang saling terkait. “Keberhasilan pendidikan sangat ditentukan oleh ekosistemnya. Tidak hanya kualitas sekolah dan kualitas pendidik, tetapi juga ekosistem yang mampu menyerap lulusan. Pendidikan harus berbasis kinerja. Salah satunya diukur dari penyerapan lulusan di lapangan pekerjaan, dan itu merupakan kewajiban kita bersama,” jelasnya.
Ia juga menyampaikan bahwa pendidikan bermutu merupakan kunci daya saing bangsa dalam mewujudkan sumber daya manusia unggul, membuka cakrawala ilmu pengetahuan dan jejaring global, meningkatkan akses terhadap pekerjaan yang berkualitas, serta mendorong transformasi ekonomi dan sosial.
Anggaran pendidikan 2026 sebesar Rp769,1 triliun difokuskan untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia melalui dukungan bagi siswa dan mahasiswa, peningkatan kesejahteraan serta kompetensi guru dan dosen, serta penguatan sekolah dan kampus melalui pembangunan, renovasi, dan bantuan operasional. Anggaran ini juga mendukung program penunjang seperti Makan Bergizi Gratis yang berkaitan langsung dengan kualitas belajar, sehingga belanja pendidikan diarahkan tidak hanya untuk memperluas akses, tetapi juga meningkatkan mutu dan daya saing pendidikan nasional. Indikator pendidikan menunjukkan tren peningkatan dalam sepuluh tahun terakhir.
Dari sisi daerah, Kepala Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Kementerian Dalam Negeri, Sugeng Hariyono, menegaskan bahwa pendidikan merupakan urusan wajib pelayanan dasar yang harus menjadi prioritas pemerintah daerah, terutama dalam penyusunan Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD). Ia menjelaskan bahwa Kementerian Dalam Negeri memastikan kebijakan pendidikan nasional diterjemahkan secara konsisten dalam perencanaan dan penganggaran daerah. “Kami memastikan agar kebijakan pendidikan nasional tercermin dalam RKPD dan APBD, termasuk pemenuhan alokasi anggaran pendidikan secara konsisten dan berkelanjutan,” jelasnya.
Menurutnya, penguatan pendidikan di daerah harus diukur dari manfaat nyata bagi masyarakat, bukan sekadar kepatuhan administratif. “Yang terpenting adalah bagaimana anggaran pendidikan benar-benar memberikan manfaat dan dampak bagi peningkatan kualitas layanan pendidikan,” pungkasnya.*** (Penulis: Destya/Editor: Denty A.)
Biro Komunikasi dan Hubungan Masyarakat
Sekretariat Jenderal
Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah
Laman: kemendikdasmen.go.id
X: x.com/Kemdikdasmen
Instagram: instagram.com/kemendikdasmen
Facebook: facebook.com/kemendikdasmen
YouTube: KEMDIKDASMEN
Pertanyaan dan Pengaduan: ult.kemendikdasmen.go.id
Penulis: Destya
Editor: Denty Anugrahmawaty
Tulisan Lainnya
Semarak Dies Natalis ke-49 SMK Negeri 3 Pekalongan: Pekan Kreativitas, Kompetisi, dan Kolaborasi Tanpa Batas
PEKALONGAN – SMK Negeri 3 Pekalongan sukses menggelar rangkaian acara peringatan Dies Natalis ke-49 yang berlangsung meriah selama sepekan penuh, mulai Senin (4/5) hingga Sab
Penuh Haru dan Prestasi, SMK Negeri 3 Pekalongan Lepas Siswa Kelas XII TA 2025/2026 Melalui Prosesi Penuh Makna
PEKALONGAN – Suasana khidmat dan penuh haru menyelimuti halaman SMK Negeri 3 Pekalongan pada pelaksanaan acara pelepasan murid kelas XII Tahun Ajaran 2025/2026 yang digelar hari i
Hardiknas 2026: SMK Negeri 3 Pekalongan Terus Berinovasi Wujudkan Merdeka Belajar Berintegritas
PEKALONGAN – Setiap tanggal 2 Mei, bangsa Indonesia memperingati Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas). Tahun 2026 ini, SMK Negeri 3 Pekalongan memaknai Hardiknas sebagai momentum
Siswa Kelas XI SMK Negeri 3 Pekalongan Sukseskan Uji Coba Beban Server SPMB SMP Provinsi Jawa Tengah
PEKALONGAN – SMK Negeri 3 Pekalongan turut mengambil peran penting dalam mematikan kelancaran proses transisi pendidikan di Jawa Tengah. Hari ini, seluruh siswa kelas XI SMK Neger
Tunjukkan Bakat Seni, Siswa SMK Negeri 3 Pekalongan Borong Juara di FLS3N Tingkat Kota 2026
PEKALONGAN – SMK Negeri 3 Pekalongan kembali menorehkan prestasi gemilang dalam ajang Festival Lomba Seni dan Sastra Siswa Nasional (FLS3N) Tingkat Kota Pekalongan Tahun 2026. Tid
Meneladani Semangat R.A. Kartini: Mewujudkan Generasi Perempuan Berintegritas dan Berkompeten di SMK Negeri 3 Pekalongan
PEKALONGAN – Setiap tanggal 21 April, bangsa Indonesia memperingati Hari Kartini sebagai momentum untuk mengenang jasa Raden Ajeng Kartini dalam memperjuangkan emansipasi dan hak
Peringati Hari Bumi, SMK Negeri 3 Pekalongan Gandeng craftdenim.id Gelar Aksi Tanam Mangrove
BATANG – Dalam rangka memperingati Hari Bumi Sedunia, keluarga besar SMK Negeri 3 Pekalongan kembali melakukan aksi nyata pelestarian lingkungan. Bekerja sama dengan craftdenim.id
Uji Mental dan Fisik, Siswa Kelas X SMK Negeri 3 Pekalongan Sukses Laksanakan Widya Wisata Pengembaraan ke Karangdowo
PEKALONGAN – Sebagai upaya membentuk karakter siswa yang tangguh, disiplin, dan berintegritas, SMK Negeri 3 Pekalongan kembali menyelenggarakan agenda tahunan "Widya Wisata Pengem
Tingkatkan Kebugaran dan Kepedulian Lingkungan, SMK Negeri 3 Pekalongan Galakkan Gerakan Bersepeda ke Sekolah
PEKALONGAN – Sebagai bagian dari komitmen menjadi "Sekolah Berintegritas" dan Sekolah Adiwiyata, SMK Negeri 3 Pekalongan resmi meluncurkan gerakan berangkat ke sekolah dengan meng
Wujudkan Lingkungan Asri dan Berkelanjutan, SMK Negeri 3 Pekalongan Gelar Sosialisasi Sekolah Adiwiyata
PEKALONGAN – SMK Negeri 3 Pekalongan kembali mempertegas komitmennya sebagai "Sekolah Berintegritas" yang tidak hanya fokus pada prestasi akademik dan vokasi, tetapi juga pada pel